Rabu, 16 Mei 2018

Mau Tanam Gaharu? Kenali Dulu Hama dan Penyakitnya!



BANJARBARU
, Tanaman Gaharu memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain dicari karena saat ini dianggap sudah langka, khasiat dan kegunaannya menjadikan peluang bisnis tersendiri. Namun sebelum bertanam gaharu, hendaknya kenali dulu hama dan penyakitnya.
Seksi Sarana Penelitian, Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru (Bapelitan), Beni mengatakan, untuk berbudidaya gaharu hal yang terpenting harus diketahui terlebih dahulu adalah hama dan penyakitnya. Dimana sebagian besar serangan tersebut muncul pada bagian daun, dimana daun tersebut merupakan bagian terpenting dalam bidang kesehatan. “Jangan sampai mengkonsumsi daun yang terkena hama atau penyakit,” ujarnya, Senin (18/9)
Berdasarkan penelitian Bapelitan Banjarbaru tanggal 23 November 2016, beberapa hama dan penyakit pada tanaman penghasil gaharu, Pingin tahu, simak penjelasannya berikut:
Kutu Batang dan Daun
Kutu menyerang daun maupun batang dengan membentuk koloni yang sangat banyak. Jika dilihat dengan mata telanjang tampak seperti serbuk putih yang menempel pada daun maupun batang karena bentuknya yang sangat kecil. Kutu ini mengakibatkan daun lama kelamaan akan menguning dan menjadi layu dan akhirnya mati. Kutu putih juga menyerang batang sehingga jadi keropos.


Ulat Heortia Vitessoides
Ulat jenis Heortia Vitessoides, merupakan hama yang menyerang daging daun tanaman gaharu pada stadia ulat. Ulat ini menyerang daun dengan cara memakan pucuk tanaman atau daun-daun muda, bahkan yang sudah tua. Serangga ini biasanya berkembang saat musim penghujan dimana kondisi lingkungan cenderung lembab. Serangan ulat ini dilakukan secara berkelompok, membentuk sebuah koloni yang sangat banyak dan menggunakan sulur yang menyerupai sarang laba-laba untuk berpindah tempat, dari satu tangkai ke tangkai yang lain. Yang paling ironis, daun pada seluruh pohon habis dimakan hama ini.

Ulat Pitama Hermesalis
Ulat jenis pitama hermesalis, termasuk dalam ordo Lepidoptera, family crampidae dan menyerang daun stalida larva/ulat. Larva p. hermasalis hidup dalam daun-daun yang melekat atau berdenpetan satu sama lain, dan di dalam lipatan ini ulat melakukan aktivitas makannya. Pada satu tanaman gaharu, ulat ini ditemukan tidak secara berkelompok, namun menyebar secara acak pada setia bagian tajuk atas, tengah dan bawah. Ulat ini, memakan lapisan daun gaharu yang digunakan sebagai sarang hingga daun tersebut terlihat transparan.

Embun Hitam
Penyakit ini disebabkan, fungi meliola yang ternasuk dalam family Meliolaciae, ordo Meliolales, kelas ascomycetes. Fungi ini bersifat parasit obligat, artinya, tidak dapat diisolasi dan ditumbuhkan pada media buatan, hanya dapat hingga pada bagian tanaman yang masih hidup dan dan menggangu jaringan tumbuhan inang dan jalan mempenetrasi sel inang Meliola, sp.

Bercak Daun
Penyakit bercak daun pada tanaman gaharu, menunjukan gejala awal pada permukaan daun atas dan daun bawah. Terdapat noda atau bercak-bercak yang bentuknya bervariasi mulai dari bentuk tidak beraturan sampai bentuk yang agak bulat. Warna coklat dengan tepi berwarna lebih tebal atau coklat tua. Bercak-bercak menyebar pada seluruh permukaan daun,dan dapat menyatu menjadi bercak yang lebar dalam jangka waktu yang relative singkat. Bercak yang sudah melebar dengan warna coklat merah kehitam-hitaman ini akan menyebabkan kerontokan.

Batang Berwarna Putih
Penyakit ini disebabkan oleh ganggang, Lasiodipladia sp dan algae. Pada tingkat serangan yang berat, kedua pathogen tersebut mengakibatkan kematian pada bibit karena menyerang bagian akar tanaman. Penyakit ini menyerang dibagian persemaian dan tegakan yang telah ditanam di lapangan. Gejala awal penyakit disebabkan oleh alga, ditunjukan dengan adanya bercak berwarna putih menempel tipis pada permukaan batang. Bercak tersebut lama kelamaan menjadi tebal dan menyebar mengelilingi seluruh permukaan kulit batang. Pada serangan selanjutnya, batang berubah menjadi kecoklatan, kering dan keropos saata disentuh.***

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar